Sikembar34 -Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala
Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.
Suatu saat kami menemukan dari salah satu blog
perkataan semacam ini:
“Bila kandungan isi hadits itu berhubungan dengan masalah ‘aqidah,
misalnya tentang siksa kubur, maka kita tidak boleh menyakini adanya siksa kubur
tersebut dengan keyakinan 100%. Sebab, derajat kebenaran yang dikandung oleh
hadits ahad tidak sampai 100%.”
Inilah di antara aqidah menyimpang yang
dimiliki sebuah kelompok yang terkenal selalu menggembar gemborkan khilafah.
Mereka tidak meyakini adanya siksa kubur. Mereka beralasan bahwa riwayat
mengenai siksa kubur hanya berasal dari hadits Ahad, sedangkan hadits Ahad hanya
bersifat zhon (sangkaan semata). Padahal aqidah harus dibangun di atas dalil
qoth’i dan harus berasal
dari riwayat mutawatir. Itulah keyakinan mereka.
Sekarang yang kami pertanyakan, “Apakah betul
riwayat mengenai siksa kubur tidak mutawatir dan hanya berasal dari hadits
Ahad?” Juga yang kami tanyakan, “Apakah pembicaraan mengenai siksa kubur juga
tidak ada dalam Al Qur’an?”
Pada tulisan singkat kali ini, kami akan
membuktikan bahwa pembicaraan mengenai siksa kubur sebenarnya disebutkan pula
dalam Al Qur’an. Sehingga dengan sangat pasti kita dapat katakan bahwa
pembicaraan mengenai siksa kubur adalah mutawatir karena riwayat Al Qur’an
adalah mutawatir dan bukan Ahad.