Menu

Selasa, 25 Juni 2013

Mengapa Anak Nakal?

Anak Nakal

Pertanyaan:
Saya seorang ibu berumur 33 tahun. Alhamdulillah saya dikaruniai 6 anak. Apa penyebab kenakalan anak? Apa karena minimnya ilmu agama pada mereka atau murni karena takdir? Kami sering merasa malu karena kenakalan mereka. Doa dan usaha selalu kami lakukan. Dalam kondisi ini, apa kami mendapat uzur untuk membatasi kelahiran?

Jawaban:
Saudari hendakah bersyukur kepada Allah karena baru berumur 33 tahun sudah mempunyai 6 anak. Jangan putus asa mendidik anak, karena pahalanya besar sekali, apalagi kalau nanti mereka menjadi anak yang shalih. Berusahalah semaksimal mungkin untuk mendidik anak. Boleh jadi sekarang mereka nakal, tetapi besok menjadi baik. Allah yang membolak-balikan hati manusia maka mohonlah kepada Allah agar anak-anak Saudari menjadi anak-anak yang shalih.
Adapun anak nakal, perlu dicari sebabnya, tidak boleh hanya bersandar kepada takdir. Bila kita dibolehkan bersandar kepada takdir, tentu sia-isalah Allah memerintah kita agar mendidik anak seperti yang dijelaskan di dalam surat Asy-Syu’ara: 214.

Rumahku Telah Berubah Menjadi Neraka

Pertanyaan:
Aku adalah seorang pemuda yang telah menikah, dan Alhamdulillah aku mempunyai beberapa anak. Dulu aku sangat ingin memilih istri yang berakhlak dan beragama. Sehingga aku pun menikah dengan seorang wanita dari keluarga mulia. Hubungan kami pada bulan-bulan pertama dibangun di atas saling menghormati.
Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, istriku mulai bersikap buruk sedikit demi sedikit, hingga hidupku berubah menjadi neraka menurut istilah bahasa. Dia mulai menyusahkan keluargaku, sengaja menghina mereka, menyambut mereka dengan dingin, tidak lagi menghiraukan dan memperdulikan perintah-perintahku, meskipun aku secara bertahap telah menerapkan berbagai metode dari nasihat hingga omelan, kemudian boikot dan kemarahan. Terkadang aku terpaksa memukulnya, tetapi dengan semua itu dia tidak peduli, dan tidak melihat apa pun kecuali dirinya dan keinginannya. Dia juga tidak mengabulkan hasratku sebagai suaminya dengan sebenar-benarnya kepatuhan. Aku telah sering berusaha menasihatinya dengan cara yang lebih baik, tetapi tidak ada gunanya. Sehari dia taat, kemudian kembali seperti sebelumnya. Dia merasa yakin – seperti yang dia sangka – bahwa aku tidak akan menceraikannya; yang pertama karena sulitnya untuk menikah lagi, yang kedua karena ketergantunganku dengan anak-anak. Tiada satu metode pun melainkan telah kutetapkan terhadapnya, dengan tujuan untuk mengadakan perbaikan; dari mulai nasihat, ucapan yang lembut, kemarahan hingga boikot.
Tetapi semua itu tiada guna. Pernah aku berpikir untuk memberitahu keluarganya, namun aku khawatir mereka tidak akan percaya dan berdiam diri terhadap sifat anak perempuan mereka. Aku bingung dengan urusanku ini dan hidupku menjadi hitam legam meskipun aku adalah orang yang optimis. Aku menginginkan bantuan orang lain. Berikan bimbingan kepadaku, apa yang harus kulakukan? Dulu aku selalu mendoakan kebaikan baginya, tetapi sekarang aku mendoakan kecelakaan untuknya, karena pada prakteknya dia telah mengubah hidupku menjadi keputusasaan, kebinasaan dan neraka.

Suamiku seperti Serigala

Pertanyaan:
Saya seorang perempuan yang sudah menikah kira-kira 25 tahun yang lalu, dan sekarang saya telah dikaruniai sejumlah anak laki-laki dan perempuan. Saya banyak mendapatkan kesengsaraan (siksaan) dari suami. Dia sering menghina saya di depan anak-anak dan di depan saudara-saudara dekat dan saudara-saudara yang jauh. Dia tidak pernah menghargai jerih payah saya tanpa sebab yang jelas. Saya hanya merasa tenang apabila suami saya tidak ada di rumah. Perlu diketahui bahwa suami saya termasuk orang yang rajin melaksanakan shalat dan termasuk orang yang takut (taat) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Apa yang harus saya lakukan agar saya tetap berada dalam keselamatan dan kebenaran.

Sudah Lama Menikah Tapi Belum Hamil

Belum Hamil Juga

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum.
Kata dokter aku sama istri sehat-sehat aja, memang aku ada varikokel, tapi ga terlalalu berpengaruh dengan keseburanku. Istriku juga haidh juga ga teratur, tapi kata dokter kesuburan istriku juga ok.
Sekarng istriku minum pelancar haid, kalau ga salah namanya cyclo apa gitu saya lupa. Selain berdoa dan istighfar kami harus gimana lagi? Syukron

Dari: Ade


“Video Panas” buat Suami Isteri yang Lagi Jauh

Pertanyaan:
Assalamu ‘alaykum, Ustadz. Kami baru menikah. Sekitar 2 bulan, Suami lanjut kuliah di Timur Tengah, jadi kami berjauhan. Suami minta kirim foto-foto saya dan suruh merekam bikin video agar saya berlenggak-lenggok dengan tanpa sehelai baju. Apa saya harus menuruti keinginan suami saya? Dan bolehkah saya juga minta video suami tanpa baju juga? Syukron wa jazakallahu khairan.
NN (**@gmail.com)

Jawaban:
Wa’alaikum salam wa rahmatullah. Tidak layak, atau dengan bahasa yang lebih tegas: haram bagi seseorang membuat video atau rekaman gambar, semacam yang disebutkan dalam pertanyaan. Walaupun tujuan awalnya dikhususkan untuk suami atau istri saja, namun telah menjadi rahasia umum, video semacam ini sering kali bocor ke tangan masyarakat, lebih-lebih di era kecanggihan teknologi saat ini.
Di samping itu, tindakan semacam ini justru akan meningkatkan syahwat kedua belah pihak, yang bisa jadi akan memicu terjadinya perbuatan yang diharamkan, semacam onani atau yang lainnya.
Untuk itu, kami sarankan, lebih baik, jika memang tidak bisa bersabar untuk menjaga diri dari perbuatan haram, Saudara berdua mengambil salah satu dari dua hal berikut sebagai solusi:

Sikat Gigi Saat Puasa

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.

Ritual Tradisi NYADRAN sebelum Ramadhan

Hukum Nyadran Sebelum Puasa Ramadhan

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum
Apakah nyadran sebelum puasa itu bagian dari ibadah atau ritual yang di benarkan oleh ajaran Islam ?
terimakasih atas jawabannya.
Dari: Wiwik Suzuki
Jawaban:
Wa alaikumus salam

Nyadran Menurut Islam

Sebelum membahas hukum nyadran, kita akan melihat bagaimana pengertian nyadran. Dalam wikipedia versi jawa dinyatakan,
Nyadran iku salah siji prosèsi adat budhaya Jawa awujud kagiyatan setaun sepisan ing sasi Ruwah wiwit saka resik-resik saréan leluhur, mangsak panganan tertamtu kaya déné apem, ater-ater lan slametan utawa kenduri. Jeneng nyadran iki asalé saka tembung sraddha, nyraddha, nyraddhan, banjur dadi nyadran. [http://jv.wikipedia.org/wiki/Nyadran]