Menu

Jumat, 25 Oktober 2013

Manfaat Asam Jawa

Asam Jawa
Asam jawa (tamarindus indica) merupakan sebuah kultivar daerah tropis dan termasuk tumbuhan berbuah polong. Batang pohonnya yang cukup keras dapat tumbuh menjadi besar dan daunnya rindang. Batang pohonnya yang cukup keras dapat tumbuh menjadi besar dan daunnya rindang. Daun asam jawa bertangkai panjang, sekitar 17 cm dan bersirip genap. Bunganya berwarna kuning kemerah-merahan dan buah polongnya berwarna coklat dengan rasa khas asam. Di dalam buah polong selain terdapat kulit yang membungkus daging buah, juga terdapat biji berjumlah 2 - 5 yang berbentuk pipih dengan warna coklat agak kehitaman.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Asma, Batuk, Demam, Sakit panas, Reumatik, Sakit perut, morbili; Alergi/biduren, Sariawan, Luka baru, Luka borok, Eksim, Bisul; Bengkak disengat lipan/lebah, Gigitan ular bisa ; 

Manfaat Apokat

Alpokat

Pohon buah dari Amerika Tengah, tumbuh liar di hutan-hutan, banyak juga ditanam di kebun dan di pekarangan yang lapisan tananhnya gembur dan subur serta tidak tergenang air. Walau dapat berbuah di dataran rendah, tapi hasil akan memuaskan bila ditanam pada ketinggian 200-1.000 m di atas permukaan laut (dpl), pada daerah tropik dari subtropik yang banyak curah hujannya. Pohon kecil, tinggi 3-10 m, berakar tunggang, batang berkayu, bulat, warnanya coklat kotor, banyak bercabang, ranting berambut halus. Daun tunggal, bertangkai yang panjangnya 1,5-5 cm, kotor, letaknya berdesakan di ujung ranting, bentuknya jorong sampai bundar telur memanjang, tebal seperti kulit, ujung dan pangkal runcing, tepi rata kadang-kadang agak rmenggulung ke atas, bertulang rnenyirip, panjang 10-20 cm, lebar 3-10 cm, daun muda warnanya kemerahan dan berambut rapat, daun tua warnanya hijau dan gundul. Bunganya bunga majemuk, berkelamin dua, tersusun dalam malai yang keluar dekat ujung ranting, warnanya kuning kehijauan. Buahnya buah buni, bentuk bola atau bulat telur, panjang 5-20 cm, warnanya hijau atau hijau kekuningan, berbintik-bintik ungu atau ungu sarna sekali berbiji satu, daging buah jika sudah masak lunak, warnanya hijau, kekuningan. Biji bulat seperti bola, diameter 2,5-5 cm, keping biji putih kemerahan. Buah alpokat yang masak daging buahnya lunak, berlemak, biasanya dimakan sebagai es campur atau dibuat juice. minyaknya digunakan antara lain untuk keperluan kosmetik. Perbanyakan dengan biji, cara okulasi dan cara enten. 


Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sariawan, melembabkan kulit kuring, kencing batu, sakit kepala; Darah tinggi (Hipertensi), nyeri saraf (neuralgia), nyeri lambung,; Saluran napas membengkak (bronchial swellings), sakit gigi,; Kencing manis (diabetes melitus), menstruasi tidak teratur.; 

Kamis, 19 September 2013

Aplikasi Almanhaj.or.id

Aplikasi Almanhaj.or.id merupakan aplikasi yang memuat ribuan artikel dari berbagai masalah, seperti Adab, akhlak, ilmu , aqidah, fiqih, tauhid dll
Silahkan download


Muslim Kids Series: Wudu

Aplikasi ini mengajarkan kepada putra-putri anda cara wudlu yang benar,
aplikasi ini dilengkapi dengan gambar.download



Dua : Aplikasi Android Penting untuk Putra Putri Anda

Aplikasi Dua adalah Kumpulan Doa-doa yang sangat dibutuhkan oleh kita dan putra-putri anda.
Diantaranya :
Doa Bangun tidur, doa masuk kamar mandi, doa keluar kamar mandi, memakai pakaian, melepas pakaian, sebelum makan, dll
Aplikasi ini di lengkapi suara dan terjemahnya.
Aplikasi ini terdapat dua bahasa, bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Aplikasi ini dapat anda unduh di play store. Download





Minggu, 18 Agustus 2013

Cinta Monyet & Cinta Harimau

Suatu hari sepasang suami istri pergi ke Kebun Binatang. Di sana, keduanya melihat seekor monyet sedang bermain dengan pasangannya. Seketika sang istri berkomentar, “Aduhai alangkah indahnya cinta mereka!”
Kemudian kedua sejoli itu berlalu lalu berhenti di depan kandang harimau. Keduanya menyaksikan seekor harimau jantan duduk termangu, sedang pasangannya, harimau betina, berada sedikit jauh dari sang jantan. Sang istripun berkomentar, “Ooh dingin sekali! betapa pilunya kisah cinta mereka!”.
Sang suami lalu memberi tanggapan terhadap komentar istrinya seraya berkata, “Coba lempar harimau betina itu dengan serpihan kaca ini; lihat reaksi harimau jantan itu.” Ketika serpihan kaca itu dilemparkan ke arah harimau betina, serta-merta si raja hutan itu bangkit meradang dan mengaum melindungi betinanya.
Kemudian sepasang anak Adam ‘alaihissalam itu kembali ke kandang monyet untuk melakukan hal yang sama. Sang istri melemparkan potongan kaca lain ke arah monyet betina. Ternyata begitu kaca dilemparkan ke arah sang betina, si monyet jantan spontan lari pontang-panting menyelamatkan diri sendiri agar tidak terkena lemparan serupa.
Laki-laki itu pun berpetuah kepada istrinya, “Janganlah Adinda tertipu dengan penampilan orang di depan mata, karena sebagian orang menipu orang lain dengan sikap manisnya yang palsu, namun ada pula yang tulus dan menyimpan kejujuran di dalam lubuk hatinya.”
Oleh: Syaikh Mamduh al Buhairi Hafizhahullah
Dikutip dari Majalah Qiblati Edisi 5 Thn.VIII
Facebook Fans Page: Kisah Teladan & Sejarah Islam